UE Umumkan Investasi Energi dan Vaksin di Afrika Selatan

Uni Eropa (UE) mengumumkan investasi sebesar USD5,1 miliar (Rp83,3 triliun) di Afrika Selatan (Afsel) untuk mendukung transisi energi hijau dan produksi vaksin. UE juga membahas perdagangan baru, menandai pertemuan bilateral pertama antara kedua pihak dalam tujuh tahun terakhir.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Afsel Cyril Ramaphosa menekankan pentingnya kerja sama internasional yang stabil. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas upaya untuk memperdalam hubungan dagang antara UE dan Afsel, dikutip dari AP News, Jumat (14/3/2025).

Keudanya merupakan mitra dagang terbesar UE di Afrika sub-Sahara. Pengumuman investasi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan UE

Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengancam akan memberlakukan tarif 200% pada produk anggur, sampanye, dan minuman beralkohol dari Eropa. Menanggapi ancaman tersebut, Von der Leyen menegaskan UE akan mempertahankan kepentingannya namun tetap terbuka untuk negosiasi.

Afse sendiri telah menjadi target sanksi AS akibat kebijakan luar dan dalam negerinya. Akibatnya, AS memutus semua bantuan ke Afrika Selatan, memperburuk hubungan kedua negara.

Sisi lain, UE menegaskan dukungannya terhadap kepemimpinan Afsel dalam G20. Ramaphosa berencana memanfaatkan perannya di forum global tersebut untuk mendorong keringanan utang bagi negara miskin.

Ramaphosa juga ingin meningkatkan pendanaan untuk mitigasi perubahan iklim, namun, AS menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap agenda tersebut. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, bahkan tidak menghadiri pertemuan G20 di Afsel.

Rubio juga menyatakan tidak akan menghadiri KTT G20 di Johannesburg pada November mendatang. Dari total investasi UE di Afsel, $4,7 miliar (Rp76,8 triliun) akan dialokasikan untuk membantu negara itu beralih dari ketergantungan pada batu bara ke energi yang lebih bersih.

Keputusan ini diambil setelah AS menarik diri dari perjanjian pendanaan transisi energi. Perjanjian tersebut sebelumnya dianggap sebagai model potensial untuk pengurangan emisi karbon global.

UE menegaskan komitmennya terhadap kemitraan transisi energi berkeadilan. Mereka memastikan tidak akan mundur dari dukungan terhadap Afsel dalam upaya transisi energi hijau.

Di tengah ketegangan hubungan dengan AS, Afrika Selatan semakin melihat UE sebagai mitra ekonomi alternatif. UE pun menegaskan akan terus hadir dan berinvestasi di Afsel, memperkuat hubungan strategis antara kedua wilayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *