Lembaga-lembaga kemanusiaan internasional tengah disorot setelah diketahui menggunakan gambar-gambar buatan kecerdasan buatan (AI) yang menggambarkan kemiskinan ekstrem, anak-anak kelaparan, hingga korban kekerasan seksual dalam kampanye digital mereka. Fenomena ini disebut para ahli sebagai bentuk baru dari “poverty porn” — eksploitasi visual atas penderitaan. Menurut laporan The Guardian, Senin (20/10/2025) gambar-gambar buatan AI itu kini membanjiri situs stok foto seperti Adobe Stock dan Freepik. Dengan pencarian kata “poverty”, muncul ratusan foto “anak pengungsi”, “anak Asia di sungai penuh sampah”, hingga “relawan kulit putih di desa Afrika.” Beberapa di antaranya dijual dengan harga sekitar 60 pound sterling per lisensi. Arsenii Alenichev, peneliti di Institute of Tropical Medicine Antwerp, telah mengumpulkan lebih dari 100 contoh gambar tersebut. Ia menyebut, “Visual-visual ini meniru tata bahasa kemiskinan: anak dengan piring kosong, tanah retak, air berlumpur. Mereka memperkuat stereotip lama tentang Afrika atau India.”
Lembaga Kemanusiaan Dunia Disorot Usai Gunakan Ai Gambarkan Kemiskinan Ekstrem