Penghentian penggunaan jaringan 2G telah mendongkrak penjualan ponsel pintar kelas bawah dan mencapai level tertinggi sejak 2022 di Vietnam.
Menurut laporan terbaru dari Counterpoint Research, 51 persen dari ponsel yang terjual pada kuartal ketiga 2024 berharga 200 Dolar AS (sekitar Rp3,2 juta) atau kurang. Ponsel ini diproduksi oleh Xiaomi, Oppo, Samsung, dan produsen lainnya.
“Ini adalah tingkat tertinggi sejak kuartal pertama 2022,” ujar lembaga survei tersebut, seperti dikutip dari Nikkei Asia pada Selasa, 17 Desember 2024.
Vietnam resmi menutup jaringan 2G pada Oktober 2024 untuk membuka jalan bagi teknologi 4G dan 5G. Pemerintah Vietnam bersama operator telekomunikasi menggelar kampanye pemasaran agresif, termasuk pemberitahuan panggilan tunggu dan iklan pengeras suara, untuk mendorong adopsi teknologi baru ini.
Perusahaan telekomunikasi seperti Viettel, FPT, VNPT, dan Mobifone menawarkan berbagai transaksi tukar tambah dan voucher untuk paket data internet, terutama di daerah-daerah miskin dan terpencil.