Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah menyebut sektor perumahan jadi penggerak ekonomi nasional. Ia menegaskan sektor ini diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui program pembangunan rumah rakyat secara menyeluruh.
“Kami sudah menghitung dengan total ukuran uang dalam sektor perumahan, tiga program ini sekitar Rp310 triliun. Dalam hitungan kami, akan berkontribusi bagi growth sekitar 1-1,3 persen dari 8 persen yang dijanjikan,” ucap Fahri saat menghadiri diskusi publik ‘Rumah untuk Semua: Strategi Pemerintah Mempercepat Akses Hunian Layak’, di Rumah Besar Gatotkaca, Jakarta Selatan, Rabu (6/8/2025).
Fahri mengungkapkan, program pembangunan rumah rakyat yang pertama, yakni renovasi 2 juta rumah masyarakat desa. Ia menyebut, anggaran sebesar Rp43,6 triliun telah dialokasikan pada tahun depan untuk program ini.
Renovasi ini ditujukan bagi warga yang sudah memiliki rumah, namun belum layak huni secara struktur dan sanitasi dasar. Selanjutnya, program pembangunan satu juta rumah baru melalui kemitraan strategis dengan sektor swasta.
“Karena mereka yang jago untuk pembangunan perumahan. Khususnya untuk restorasi kawasan kumuh,” katanya. Program ini dilakukan di kawasan perkotaan, berupa rumah susun.
Kemudian, program ketiga mencakup pembangunan 10 persen kawasan pesisir. “Setahun kita bikin seribu maldives, itu yang membuat Indonesia menjadi tujuan wisata,” katanya.
Fahri menilai, pantai dan pesisir yang indah akan menjadikan Indonesia sebagai mercusuar baru. Ia mengaku, Kementerian PKP sudah mendapatkan seribu pesisir pada tahun depan. “Kami sedang memperjuangkan tambahan sekitar 1300 pesisir. Sebab jumlah pesisir di Indonesia itu sekitar 12.987 pesisir,” ucapnya.
Program perumahan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan hunian rakyat dan mengurangi backlog yang masih sangat besar. Pemerintah juga mendorong kolaborasi lintas sektor agar pembangunan perumahan berjalan cepat, merata, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.