Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Pemerintah siap memberikan dukungan penuh kepada Kejaksaan Agung dalam upaya mencari keberadaan tersangka kasus dugaan korupsi minyak mentah Muhammad Riza Chalid.
“Pemerintah jelas bagian dari tugasnya pemerintah kita mem-back up penuh,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Prasetyo menyebut upaya komunikasi dengan Kejaksaan Agung terkait masalah ini telah dilakukan. Namun, proses penanganannya tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Agung.
“Kalau enggak salah sudah pemanggilan ketiga ya? Pemanggilan ketiga. Ya kalau upaya komunikasi ada, tapi tentunya itu kita kembalikan ke teman-teman aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan,” ucapnya.
Pemerintah, lanjut dia, akan mendukunng setiap langkah yang diperlukan oleh Kejaksaan Agung dalam upaya penegakan hukum terhadap buronan tersebut.
“Apa yang Kejaksaan Agung butuhkan kita akan backup,” ucap Prasetyo.
Riza Chalid selaku beneficial owner PT Orbit Terminal Merak merupakan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018–2023.
Kejaksaan Agung sedang memburu keberadaan bos minyak itu lantaran tidak sedang berada di Indonesia ketika ditetapkan sebagai tersangka.
Sebelumnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia untuk memantau keberadaan Riza Chalid.
“Kita sudah komunikasi dengan Imigrasi yang ada di Malaysia, termasuk dengan polisi daerah Malaysia,” kata Agus di Jakarta Selatan, Kamis (24/7).