Indonesia Menempati Posisi Kedua Dengan Jumlah Tentara Aktif di Asia Tenggara

Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan militer regional dengan menduduki peringkat kedua dalam jumlah personel tentara aktif di Asia Tenggara. Data ini terungkap dalam laporan tahunan The Military Balance 2025, yang disusun oleh International Institute for Strategic Studies (IISS), sebuah lembaga riset strategis yang berpusat di London.

Vietnam memiliki kekuatan militer aktif terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2024, sedangkan Timor Leste berada di posisi terakhir dengan jumlah personel aktif paling sedikit. Laporan tersebut memperkirakan bahwa Vietnam memiliki total 450.000 personel militer aktif.

Angka ini terbagi menjadi 380.000 di angkatan darat, 40.000 di angkatan laut, dan 30.000 di angkatan udara. Sementara Indonesia memiliki jumlah personel militer aktif sebanyak 405.000, yang menempatkannya di bawah Vietnam.

Thailand berada di urutan ketiga dengan jumlah personel mencapai 361.000 orang. Beberapa negara Asia Tenggara juga memiliki kekuatan militer yang cukup signifikan, di antaranya Filipina dengan 146.000 personel, Myanmar dengan 134.000, Kamboja dengan 124.000, Malaysia dengan 113.000, dan Singapura dengan 51.000 tentara aktif.

Sementara itu, tiga negara memiliki jumlah personel aktif yang jauh lebih sedikit, yaitu Timor Leste dengan 2.000 orang, Brunei Darussalam dengan 7.000, dan Laos dengan 29.000. Dengan jumlah personel yang signifikan, TNI tidak hanya berfungsi sebagai garda terdepan pertahanan negara, tetapi juga sebagai tulang punggung dalam berbagai operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Posisi Indonesia di peringkat kedua militer aktif di Asia Tenggara memberikan bobot strategis dalam forum-forum kerja sama regional seperti ASEAN. TNI sering terlibat dalam latihan militer bersama dengan negara-negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, dan Australia.

Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan interoperabilitas antar militer, tetapi juga mempererat hubungan diplomatik dan membangun kepercayaan, yang sangat penting untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan yang rentan terhadap berbagai tantangan, termasuk sengketa wilayah.

Dengan visi untuk menjadi kekuatan maritim yang kuat, Indonesia terus berinvestasi dalam pengembangan angkatan lautnya. Selain itu, pengembangan modernisasi alutsista menjadi fokus utama Indonesia saat ini.

Pemerintah juga terus berupaya memperbarui peralatan militer, mulai dari kapal perang, pesawat tempur, hingga sistem pertahanan udara juga kemampuan siber dan antariksa menjadi prioritas. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan kedaulatan wilayahnya secara efektif, tetapi juga siap menghadapi ancaman masa depan yang semakin kompleks dan beragam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *