Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, membuka sayembara berhadiah bagi masyarakat yang berhasil menangkap Harun Masiku, sosok tersangka kasus suap Rp600 juta untuk Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI yang kini jadi buronan KPK sejak 2020 silam.
Meski bukan pos kementeriannya, Maruarar Sirait yang kini politisi Gerindra itu mengaku pembukaan sayembara itu sebagai bagian dari partisipasi dirinya sebagai warga negara yang taat hukum.
“Iya dong, kita kan partisipasi publik. Kita kan berharap negara ini tidak ada kebal hukum. Masa ada orang yang sudah bertahun-tahun tersangka, kok bisa bebas berkeliaran?” kata Ara -sapaannya– di kawasan Tanjung Barat, Jakarta, kemarin.
Ara mengaku bahkan siap menggelontorkan Rp8 miliar dari uang pribadinya sebagai hadiah bagi siapa pun yang berhasil menangkap Harun Masiku.
Ia menyatakan bahwa pengadaan sayembara ini sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi.
“Uang ini dari berkat Tuhan yang saya gunakan untuk memberantas korupsi di Indonesia. Supaya tidak ada yang kebal hukum di negara ini. Yuk, Mas Hasto, kita cari Harun Masiku bersama, supaya semuanya terang benderang,” katanya
Keputusan Ara membuka sayembara tangkap buron berhadiah itu didukung oleh Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Bonyamin Saiman.
Menurutnya, sayembara ini dapat menjadi perhatian bagi masyarakat dalam pencarian Harun Masiku dengan hadiah yang cukup besar. Sebab menurut dia, KPK ternyata tak kunjung mampu menangkap buronan tersebut.
“Jadi ya saya dukung penuh kalau memang ini ada yang memberikan sayembara lagi, mudah-mudahan juga ada yang menambahi lagi nanti kalau siapa lagi gitu yang nilainya lebih besar atau lebih kecil sama aja,” ucapnya, Jumat (29/11).