Kecewa Beberapa Jagoan PDI-P Kalah di Pilkada, Megawati: Bahaya Pemilu Dijadikan Alat Kekuasaan

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyatakan bahwa pemilihan kepala daerah (Pilkada) merupakan cermin peradaban bangsa. Megawati mengingatkan, sangat berbahaya jika suara rakyat dalam pesta demokrasi hanya dijadikan alat kekuasaan.

“Dalam pilkada ini, saya selalu menyerukan bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan, vox populi vox dei. Ungkapan bijak ini menegaskan, betapa berbahayanya sekiranya pemilu hanya dijadikan alat kekuasaan,” kata Megawati dalam cuplikan video, dikutip Kamis (28/11).

Presiden ke-5 RI itu menyebut, demokrasi kini terancam mati akibat kekuatan yang menghalalkan segala cara. Menurut dia, kekuatan itu mampu menggunakan sumber daya dan alat-alat negara.

Ia mengungkapkan, hal itu nampak terjadi pada beberapa wilayah seperti Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan berbagai provinsi lainnya.

“Di Jawa Tengah misalnya, saya mendapatkan laporan betapa masifnya penggunaan penjabat kepala daerah, hingga mutasi aparatur kepolisian demi tujuan politik elektoral,” ujar Megawati.

“Ini tidak boleh dibiarkan lagi, mengingat Mahkamah Konstitusi telah mengambil keputusan penting bahwa aparatur negara yang tidak netral, bisa dipidanakan,” sambungnya.

Megawati mengaku dirinya sangat mengenal wilayah Jawa Tengah. Sebab, dirinya terpilih sebagai anggota DPR RI tiga kali dari Jawa Tengah. Ia menekankan, Jawa Tengah bukan hanya kandang banteng, namun menjadi tempat persemaian gagasan nasionalisme dan patriotisme.

“Saya melihat energi pergerakan rakyat, simpatisan, dan kader yang militan dan seharusnya tidak akan terkalahkan jika pilkada dilakukan secara fair, jujur, dan berkeadilan,” urai Megawati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *